header

Percepat Pembangunan Infrastruktur Digital hingga Deploy 5G

Kamis 06-01-2022 / 08:36 WIB


Percepat Pembangunan Infrastruktur Digital hingga Deploy 5G

Presiden Joko Widodo menekankan akselerasi tranformasi digital nasional untuk lima aspek, salah satunya berkaitan dengan percepatan perluasan akses telekomunikasi, peningkatan infrastruktur digital dan penyediaan layanan internet.

Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika Dedy Permadi menyatakan, pada tahun 2021 Kementerian Kominfo telah membangun infrastruktur digital dari lapisan backbone, middle mile dan last mile. Kementerian Kominfo juga melakukan penataan spektrum frekuensi radio untuk optimalisasi kualitas layanan jaringan 4G, pengembangan jaringan 5G, serta menyukseskan program Analog Switch Off (ASO).

“Pertama dari lapisan backbone, Kementerian Kominfo sejauh ini telah melakukan penggelaran jaringan kabel serat optik Palapa Ring, baik Palapa Ring Barat, Tengah, dan Timur di mana tahun 2021 merupakan tahun evaluasi atas pemanfaatan Palapa Ring,” ujarnya dalam Pernyataan Pers “Mendigitalkan Indonesia: Retropeksi Kominfo 2021 dan Outlook 2022, di Press Room Kementerian Kominfo, Jakarta Pusat, Kamis (30/12/2021).

Menurut Jubir Dedy Permadi, peningkatan utilisasi Palapa Ring masih membutuhkan penggelaran fiber optic untuk menghubungkan titik fiber optic yang belum terhubung, baik di darat maupun di laut. Sedangkan infrastruktur di lapisan middle mile melalui penyediaan kapasitas satelit, Indonesia saat ini menggunakan 9 satelit telekomunikasi yang setara dengan 50 Gbps dan 55 persen diantaranya digunakan oleh Kementerian Kominfo.

“Untuk memenuhi kebutuhan kapasitas satelit yang semakin meningkat, pada tahun 2021 telah dimulai rangkaian proses konstruksi satelit multifungsi SATRIA-I dengan kapasitas 150 Gbps, termasuk pembangunan komponen satelit dan roket di Prancis dan Amerika, serta 11 stasiun bumi di Indonesia,” jelasnya.

Sedangkan pada lapisan last-mile, Kementerian Kominfo bersama mitra operator seluler telah memulai pembangunan Base Transceiver Station (BTS) di 12.548 desa/kelurahan yang belum memiliki akses 4G. Total jumlah pembangunan BTS itu mencakup 9.113 di wilayah 3T oleh BLU BAKTI Kementerian Kominfo dan 3.435 BTS di wilayah non-3T oleh operator seluler.

Selain pembangunan infrastruktur yang masif, Kementerian Kominfo juga terus memastikan kualitas layanan telekomunikasi di Indonesia.

“Untuk itu, pada tahun 2021, Kementerian Kominfo telah menyelesaikan pembangunan Pusat Monitoring Telekomunikasi (PMT) yang akan mengukur Quality of Service (QoS) dan Quality of Experience (QoE), dan menindaklanjuti layanan atas keluhan masyarakat terkait dengan gangguan layanan secara real-time di 514 kabupaten/kota,” tandas Jubir Kementerian Kominfo.

Target 2022

Kementerian Kominfo akan terus melakukan pembangunan infrastruktur telekomunikasi sesuai dengan perencanaan dalam Roadmap Indonesia Digital. Pada tahun 2022, Kementerian Kominfo fokus menyelesaikan pembangunan di lapisan backbone hingga last mile.

TAG:
Sumber: