Home KABAR MUSIK & FILM ‘Kereta Api Terakhir’ Jadi Film Keempat Yang Direstorasi Pusbang Film

‘Kereta Api Terakhir’ Jadi Film Keempat Yang Direstorasi Pusbang Film

0
0

Kabarseleb.id – Satu lagi film Indonesia lawas yang berjudul “Kereta Api Terakhir” direstorasi oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Pusat Pengembangan Perfilman (Pusbang film). Film produksi Perusahaan Produksi Film Negara (PPFN) tahun 1981 ini menjadi film keempat yang berhasil direstorasi oleh Kemendikbud. Sebelumnya ada film “Darah dan Do’a” (2013), “Pagar Kawat Berduri” (2017) dan “Bintang Ketjil” (2018).

Restorasi film merupakan program Pusbang Film yang bertujuan untuk menyelamatkan film Indonesia yang sudah berusia lama yang nantinya untuk digunakan sebagai bahan pembelajaran baik dari sisi sejarah Indonesia maupun dari sisi teknik produksi film.

Film yang diproduksi pada tahun 1981 oleh Perusahaan Film Negara (PFN) ini terpilih karena dinilai sebagai salah satu film kolosal yang melibatkan 15.000 pemain. Film ini juga berkisah tentang perjuangan revolusi tahun 1945-1947 yang diangkat dari novel karya Pandir Kelana.

“Film ini merupakan bagian dari salah satu sejarah perfilman Indonesia, konon pada 1981 film ini sangat epik. Kedua, masalah materi hingga akhirnya patut diselamatkan. Karena ini kepemilikan barang ini adalah milik negara ada PFN dan PJKA (Perusahaan Jawatan Kereta Api),” ujar Rizka F. Akbar dari PT. Render Digital Indonesia (pihak yang mengerjakan proses restorasi) saat jumpa pers di Jakarta Pusat, Rabu (18/12/2019).

Menariknya, materi film ini diperoleh dari dua copy positif milik pegiat film komunitas layar tancap. Setelah melalui proses restorasi, Film nasional yang sudah berumur 38 tahun ini berhasil diselamatkan dengan durasi 120 menit dari durasi asli 170 menit.

Maman Wijaya, Kepala Pusbang Film mengungkapkan, film-film yang berhasil direstorasi nantinya akan digunakan untuk sarana belajar bagi para mahasiswa dan komunitas film. Maman menambahkan, jika ada yang ingin meminjam film-film yang sudah direstorasi, pihaknya mempersilkan yang penting tidak untuk kepentingan komersil.

“Semua film yang sudah direstorasi semua digunakan oleh teman-teman di perguruan tinggi yang tentu kaitannya untuk belajar kebudayaan pada waktu itu, penataan kamera dan sinematografi. Yang kedua, Pusbang Film biasa juga melayani permintaan peminjaman film yang diputar oleh komunitas-komunitas mulai dari Medan sampai beberapa daerah,” tandasnya.

Load More Related Articles
Load More By Ferdi Embun Pagi
Load More In KABAR MUSIK & FILM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Mesra Dengan Pesepak Bola, Ghea Youbi Justru Pamer Lagu Sakit Hati

Kabarseleb – Hubungan cinta Ghea Youbi dengan pesepakbola Persib Bandung, Gian Zola …